NetEdu Learning

Mari kita bersama-sama belajar. Blog ini berisi tentang seputar dunia IT khususnya Jaringan Komputer

Showing posts with label Linux. Show all posts

Ebook Pemrograman QT di Linux


Selamat malam sobat.
Pada kesempatan kali ini admin mau membagikan beberapa ebook pemrograman Qt di Linux
Ebook ini admin repost dari Websitenya Ade Malsasa Akbar, yang admin dapatkan dari Group Komunitas Linux.
Berikut beberapa ebooknya :

  1. Pengantar Pemrograman Visual 
  2. Perkenalan Hard Coding
  3. Mengenal Layout Sederhana
  4. QFrame dan QVBox Layout
  5. Window Layering I
  6. Window Layering II
  7. Menggunakan Kelas Kelas QT
  8. Membuat GUI Front End I
  9. Membuat GUI Front End II
  10. Membuat GUI Front End III
  11. Mengenal Layout Lanjutan
  12. Memainkan Audio
Sekian Ebook Pemrograman QT di Linux, Selamat Belajar dan Semoga Bermanfaat

Mengedit File Di Linux Menggunakan Teks Editor VIM


Sistem Linux menyimpan info-info konfigurasi dalam file-file teks. Untuk mengubah konfigurasi kita harus mengedit isi file-file teks ini. Karena itu satu komponen utama yang penting dipelajari adalah aplikasi-aplikasi editor teks yang tersedia di sistem Linux. Aplikasi editor teks sendiri tersedia sangat banyak, bahkan banyak pemrogram free software yang menulis aplikasi editor teks sebagai sarana berlatih menulis program. Salah satu aplikasi editor teks yang banyak digunakan oleh pengguna Linux adalah Vim. Vim merupakan editor teks yang sangat powerful, bahkan dapat dikatakan sebagai salah satu yang paling dihormati diantara berpuluh-puluh aplikasi editor teks yang tersedia karena berbagai keunggulannya. Vim sendiri merupakan pengembangan dari editor teks vi, yang merupakan editor teks klasik dengan sejarah hampir sama tuanya dengan sejarah Unix sendiri.
Vim merupakan editor teks yang bersifat modus, artinya editor akan memiliki perilaku yang berbeda sesuai dengan mode yang sedang aktif saat itu. Pada vim terdapat tiga mode, yaitu :
  • Mode Normal (Mode Command)
Digunakan untuk mengetikkan perintah – perintah vim. Mode normal merupakan mode default yang aktif saat vim dijalankan. Untuk mengaktifkan mode normal tekan tombol esc, sampai baris status di pojok kiri tidak menampilkan teks INSERT ataupun VISUAL.

Pemartisian Harddisk

No comments
Jika kamu mau melakukan instalasi sistem operasi kedalam komputer/laptop kamu, ada baiknya kamu memahami jenis-jenis partisi harddisk yang digunakan oleh sistem operasi tersebut. Berikut sedikit pembahasan tentang jenis – jenis partisi:
Pemartisian di Windows
    Partisi windows biasanya dinamakan dengan Drive yang diakhiri dengan huruf alpabet dan karakter ":", contoh "Drive C:" "Drive D:" "Drive E:" dst sedangkan Jenis partisi Windows hanya terdapat 3 jenis partisi saja yaitu :
    • FAT16 ( File Allocation Table 16 ) dikenalkan oleh MS-DOS tahun 1981 (jadul banget). Awalnya, Sistem ini didesign untuk mengatur file di floopy drive (disket), sekarang aja dah ga ada yang pake disket, FAT16 mengalami beberapa kali perubahan sehingga digunakan untuk mengatur file di harddisk. Keuntungan FAT16 adalah file system ini kompatibel hampir di semua Operating System baik itu WIndows 95/98/me, OS/2 , Linux dan bahkan Unix. Namun dibalik itu masalah paling besar dari FAT16 adalah mempunyai kapasitas tetap jumlah cluster dalam partisi , jadi semakin besar harddisk maka ukuran cluster akan semakin besar, artinya file sekecil apapun tetap akan memakan 16Kb dari harddisk. Hal jelek lain adalah FAT16 tidak mendukung kompresi , enkripsi dan kontrol akses dalam partisi.
    • FAT32 ( File Allocation Table 32 ) mulai di kenal pada sistim Windows 95 SP2, dan merupakan pengembangan lebih dari FAT16. FAT32 menawarkan kemampuan menampung jumlah cluster yang lebih besar dalam partisi. Selain itu juga mengembangkan kemampuan harddisk menjadi lebih baik dibanding FAT16. Namun FAT32 memiliki kelemahan yang tidak di miliki FAT16 yaitu terbatasnya Operating System yang bisa mengenal FAT32. Tidak seperti FAT16 yang bisa di kenal oleh hampir semua Operating System, namun itu bukan masalah apabila anda menjalankan FAT32 di Windows Xp karena Windows Xp tidak peduli jenis partisi apa yang di gunakan.
    • NTFS( NT File System ) NTFS di kenalkan pertama pada Windows NT dan merupakan file system yang benar benar berbeda di banding teknologi FAT. NTFS menawarkan security yang jauh lebih baik , kompresi file , cluster dan bahkan support enkripsi data. Pada Umumnya NTFS tidak kompatibel dengan Operating System lain yang terinstall di komputer yang sama (Double OS) bahkan juga tidak terdeteksi apabila kalian melakukan StartUp Boot menggunakan floopy. Untuk itu sangat disarankan kepada anda untuk menyediakan partisi yang kecil saja yang menggunakan file system FAT di awal partisi. Partisi ini dapat anda gunakan untuk menyimpan Recovery Tool apabila mendapat masalah. Namun dengan teknologi Windows Xp sekarang yang mempunyai Recovery Tool sendiri , Saya rasa itu tidak begitu penting karena kemampuan Recovery Tool dari Windows Xp sudah cukup baik.
Pemartisian di Linux 
Partisi Linux tidak mengenal "Drive C:" "Drive D:" "Drive E:" dst itulah yang menjadi keunikan dari system operasi linux yang menganggap semuanya adalah file ( everything is file ) dan Jenis partisi linux jenisnya lumayan banyak diantaranya :
  • Swap File System  merupakan jenis file system yang berfungsi sebagai memory virtual yang mana memory virtual ini dipergunakan sebagai bantuan dari memory ( RAM ) utama apabila pada proses tertentu memory Ram utama kehabisan space maka swap file systemlah yang dipakai.
  • EXT file system ( extended file system ) terdapat 4 jenis extended file system diantaranya EXT2, EXT3, dan EXT4 file system yang saat ini dipergunakan oleh system operasi linux. EXT2 ( Second Extended File system ) dirancang oleh Rémy Card, sebagai file sistem yang extensible dan powerful untuk digunakan pada sistem operasi Linux. EXT3 ( Third Extended File system ) merupakan suatu journalled file system didesain untuk membantu melindungi data yang ada di dalamnya. EXT4 ( Fourth Extended File System )Ext4 dirilis secara komplit dan stabil berawal dari kernel 2.6.28 jadi apabila distro anda yang secara default memiliki versi kernel tersebuat atau di atas nya otomatis system anda sudah support ext4 (dengan catatan sudah di include kedalam kernelnya) selain itu versi e2fsprogs harus mengunakan versi 1.41.5 atau lebih.Apabila anda masih menggunakan fs ext3 dapat mengkonversi ke ext4 dengan beberapa langkah yang tidak terlalu rumit.Keuntungan yang bisa didapat dengan mengupgrade filesystem ke ext4 dibanding ext3 adalah mempunyai pengalamatan 48-bit block yang artinya dia akan mempunyai 1EB = 1,048,576 TB ukuran maksimum filesystem dengan 16 TB untuk maksimum file size nya, Fast fsck, Journal checksumming, Defragmentation support. 
  • ReiserFS adalah sebuah file system yang umum digunakan pada OS linux. Diperkenalkan pertama kali oleh sebuah tim yang dipelopori oleh Hans Reiser di Kernel linux edisi 2.4.1. file system ini adalah file yang pertama kali menggunakan sistem jurnal. Sistem ini adalah cara dimana pada saat komputer mati secara mendadak maka file system akan dicek dan di umaount dalam waktu singkat, dalam arti lain penataan ulang sebelum masuk ke file system utama. Bisa dikatakan ReiserFS adalah alternatif selain ext3, karena memiliki fungsi journaling. Tapi reiserfs memiliki secara keseluruhan berbeda dibanding ext2 dan ext3 dalam struktur internal. Reiserfs mendukung maksimum file hingga 8Tb dan maksimum volume 16 Tb. Bahkan dikatakan lebih cepat dibandingkan ext2 dan ext3. Kelebihan ini menjadikan distro Suse dan Linxpire menjadikannya sebagai file system standar yang digunakan. Reiserfs adalah default file system dari macam macam distro linux seperti Elive, Xandros, Yoper, Linspire, GoboLinux and Kurumin Linuxm juga Suse yang kemudian berpindah ke ext3 pada 12 oktober 2006.
    Keunggulan dari file sytem ini adalah :
    • Lebih efisien dalam pemanfaatan ruang disk ( pengiritannya bisa sampai 6% – 7%)
    • Kinerja lebih tinggi untuk direltori yang banyak.
    • Mengurangi ruang harddisk yang terbuang percuma, tidak ada alokasi inode yang statik, file-file yang kecil dipaket bersama dengan file kecil yang lain.
    • Kinerja yang lebih tinggi untuk direktori yang banyak (contohnya direktori queue qmail dan web cache squid), bahkan jika dibandingkan dengan JFS yang lain.
    Kekurangan yang ada pada filesystem reiserfs ini adalah belum sempurna jika dipasang di partisi / atau /boot (karena LILO – Linux Loader tidak sepenuhnya mendukung filesystem ini) dan yang kedua adalah belum mendukung sistem quota user. Jadi sementara terapkan reiserfs ini untuk partisi /usr, /var dan partisi lain yang tidak perlu feature quota user.
Beberapa alasan mengapa sebuah hardisk perlu dipartisi diantaranya adalah sebagai berikut:
  • Untuk lebih memudahkan pengorganisasian file, Misalnya partisi satu untuk menyimpan sistem operasi dan program aplikasi, partisi kedua untuk peyimpanan data dan partisi ketiga untuk backup data.
  • Memisahkan sistem operasi yang satu dengan sistem operasi yang lain apabila kita berniat meng-install lebih dari satu sistem operasi.
  • Meningkatkan performa komputer (waktu akses hardisk), terutama untuk hardisk yang berukuran besar.

Setting dan Instalasi Program di Linux Debian 6 [Repository Squeeze]

Installasi software pada system operasi inux bisa dilakukan melalui berbagai cara. Mulai lewat CD, DVD, Flashdisk, ataupun melalui media jaringan seperti HTTP dan FTP. Kurang lebih seluruh software dalam distro Debian Squeez dikemas dalam 8 DVD

  1. Installasi Software via DVD/CD

  2.         Cara ini kita gunakan jika server Debian tidak terkoneksi ke Internet, alias hanya untuk jaringan Lokal. Kelebihanya adalah installasi software lebih cepat dibanding installasi melalui media jaringan. Masukan           CD/DVD Debian pada DVDROM, kemudian gunakan perintah berikut.
            rudiaditia-lks:~# apt-cdrom add
    rudiaditia-lks:~# apt-get update
    Jika terdapat 8 DVD, masukan DVD tersebut satu persatu. Kemudian lakukan hal yang sama seperti cara di atas.
  3. Repositori via Jaringan
          Untuk installasi software melalui media jaringan, dibutuhkan sebuah server khusus yang bernama                   Repositori Server. Repositori Server tersebut berisi file-file binary dari seluruh paket software sebuah           distro Linux. Dimana pada nantinya software tersebut dapat didownload, atau bahkan diinstall                       langsung oleh client Linux melalui media jaringan. Semua alamat repositori diletakan pada file                         sources.list berikut.
          rudiaditia-lks:~# vim /etc/apt/sources.list
         Tambahkan alamat Repositori Server pada file tersebut. Dan beri tanda “#” yang berarti Disable, pada

Perintah Dasar Di Console Linux [Basic Command]

Saat mengoperasikan sistem operasi linux pastinya anda  akan ditemui pada tampilan command/console linux
Berikut beberapa fakta tentang console linux
1. Anda bisa melakukan hampir segalanya di terminal yang juga bisa lakukan dari GUI.
2. Sebagian besar perintah dirancang khusus untuk bekerja di Terminal, kemudian GUI diciptakan di atasnya. Itulah mengapa sebagian GUI terasa lambat, karena diproses lagi setelah proses Terminal.
3. Lokasi default Terminal Anda ketika dibuka dari menu adalah pada folder Home, yang dikenal pula dengan ~.
4. Folder Anda sekarang ditunjukkan oleh operator . (titik). Sebagian besar perintah ketika berjalan di folder sekarang, bisa diikuti dengan . (titik).

Mengenal Tux [Linux]

Berawal dari eksperimen Linus Trovalds dengan Komputer Minix miliknya, terciptalah Sistem Operasi Linux. Sejak saat itu, Dia terus mengembangkan dan memperbaiki Sistem Operasi temuanya tersebut. Berkat kerja kerasnya, terciptalah Linux 1.0 yang keseluruhanya berbasis TEKS. Karena Linux bersifat Open Source, dan dengan cepatnya Sistem Informasi & Komunikasi saat ini, Linux telah berkembang begitu pesat. Sampai saat ini, sudah tak terhitung lagi, berapa banyak distro-distro yang sudah dikembangkan. Dari Linux yang berbasis TEKS, berkembang menjadi Linux yang berbasis GRAFIK. Bahkan tampilanya pun telah dapat menyaingi Sistem Operasi berbayar sekali pun.
Dalam modul debian untuk menghadapi lomba kompetensi siswa ini konfigurasinya akan menggunakan mode TEKS. Karena dianggap lebih cepat dan efisien. Bagaimanapun juga, walau menggunakan GUI, ujung-ujungnya Anda juga harus mengetahui perintah SHELL. 
Dalam Linux, pembagian hak akses pemakai atau user dibedakan menjadi dua. Yaitu user biasa dan super user (root). Dengan hak akses super user, kita diperbolehkan merubah, menambah, dan menghapus file konfigurasi system yang ada. Berbeda dengan user biasa, yang memiliki hak akses terbatas.